SUARAGEMPUR.COM| JENEWA, SWISS – Keputusan penting diambil dalam forum International Labour Organization (ILO) pada Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa, Swiss. Palestina resmi ditetapkan sebagai peserta dengan hak penuh setelah mayoritas negara anggota memberikan dukungan melalui mekanisme pemungutan suara elektronik, Jum’at (5/6/2026).
Penetapan ini tidak berjalan mulus. Sebelumnya, delegasi serikat pekerja dari Israel bersama sejumlah sekutunya berupaya membatasi status keikutsertaan Palestina. Mereka menilai Palestina tidak memenuhi syarat untuk memperoleh hak penuh dalam forum tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan luas dari mayoritas peserta konferensi.
Ketua Umum PP FSPPP KSPSI (MJH), Saadi Aji Pamungkas, yang hadir langsung dalam forum tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen negara peserta memberikan dukungan kepada Palestina.
Delegasi Indonesia yang dipimpin J. Dartha Pakpakhan—terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja—juga secara tegas menyatakan sikap mendukung Palestina.
“Kami membela hak Palestina atas dasar prinsip hak asasi manusia, hak hidup seluruh warganya, serta perlindungan bagi para pekerja dan buruh Palestina yang saat ini berada dalam kondisi terancam,” ujar perwakilan delegasi Indonesia.
Delegasi Indonesia menegaskan bahwa kondisi pekerja Palestina merupakan isu global yang harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, suara Palestina dinilai penting untuk didengar dalam forum internasional yang membahas hak-hak tenaga kerja.
Setelah melalui proses pemungutan suara secara elektronik, mayoritas peserta akhirnya menyepakati pemberian hak penuh kepada Palestina. Dengan status tersebut, Palestina kini dapat berpartisipasi aktif dalam seluruh agenda konferensi, termasuk dalam proses pengambilan keputusan.
Keputusan ini menjadi tonggak penting yang mencerminkan dukungan luas komunitas internasional terhadap keterlibatan Palestina dalam forum global, khususnya dalam isu perlindungan tenaga kerja.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang disampaikan peserta konferensi. Perspektif terkait status keikutsertaan Palestina dalam organisasi internasional dapat bervariasi sesuai dengan posisi politik masing-masing pihak.
Redaksi






