Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Petir Naik ke Tahap Penyidikan, Orang Tua Korban Tetap Menuntut Keadilan

SUARAGEMPUR.COM | SERANG – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, akhirnya menunjukkan perkembangan. Kepolisian Resor Serang menyatakan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan, Selasa (10/3/2026).

Hal ini diketahui dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) yang diterima oleh orang tua korban, Suprian, tertanggal 9 Maret 2026 dari Polres Serang.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa laporan terkait dugaan kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah dilakukan gelar perkara dan ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada 28 Januari 2025 di wilayah Desa Wadas Kubang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Saat itu korban, Diki Kusuma Arifin, diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah warga setelah dituduh melakukan pencurian, meskipun korban dan teman-temannya membantah tuduhan tersebut.

Dalam perkembangan penyelidikan, pihak kepolisian menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa. Selain itu, penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya.

Meski perkara telah naik ke tahap penyidikan, orang tua korban masih berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi anaknya.

Suprian mengatakan, dirinya telah menunggu cukup lama sejak kejadian tersebut terjadi. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya.

“Yang kami harapkan hanya keadilan. Anak kami menjadi korban, dan kami ingin pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak kami diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kasus ini sempat menjadi perhatian karena proses penanganannya dinilai memakan waktu cukup lama sejak kejadian pada Januari 2025 hingga akhirnya memasuki tahap penyidikan pada awal tahun 2026.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum bagi korban.

Redaksi

  • Related Posts

    Keluarga Ungkap Dugaan Penyerahan Uang Rp150 Juta Usai Muhammad Akbar Dibebaskan dari Polsek Tambora

    JAKARTA | SUARAGEMPUR.COM — Keluarga Muhammad Akbar mengungkap dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp150 juta setelah Akbar diamankan terkait persoalan obat golongan G jenis Tramadol dan dibawa ke Polsek Tambora,…

    Pengusaha Benur Bireuen Mengaku Didatangi Polisi, Persoalkan Penanganan Laporan Mantan Karyawan

    BIREUEN | SUARAGEMPUR.COM — Pengusaha pembibitan benur asal Kabupaten Bireuen, Aceh, Herizal, mempertanyakan penanganan laporan polisi yang dibuat oleh mantan karyawannya, Sayuti, Jum’at (25/9/2026). Herizal mengaku beberapa kali didatangi dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    NO COPY